PROPOLIS… beberapa tahun belakangan nama ini menjadi begitu
populer karena dipercaya (n sudah diteliti secara ilmiah juga) sangat
berkhasiat untuk menjaga kesehatan… , apalagi dengan menjamurnya toko2 herbal
(online maupun offline) yang gencar mempromosikan produk yang satu ini,,, bahkan kabarnya ada propolis yang
didatangkan langsung dari hutan Amazon (baca Brazil)….. mau bahas lebih
lanjuuuttt… ce ki dot..
Apa
itu PROPOLIS???
Contekan OM WIKI:
Propolis atau Lem Lebah
adalah suatu zat yang dihasilkan oleh lebah madu. Dikumpulkan oleh lebah dari pucuk daun-daun yang muda untuk
kemudian dicampur dengan air liurnya, digunakan untuk menambal dan mensterilkan
sarang. Propolis bersifat disinfektan (anti bakteri) yang membunuh
semua kuman yang masuk ke sarang
lebah. lebah meliputi sarangnya dengan propolis untuk
melindungi semua yang ada di dalam sarang tersebut dari serbuan kuman, virus, atau bakteri, misal: ratu lebah,
telur, bayi lebah, dan madu. Sifat disinfektan alami yang terkandung dalam
propolis sangat ampuh dalam membunuh kuman, terbukti dengan ditemukannya seekor
tikus dalam sarang lebah yang telah mati selama kurang lebih 5 tahun dalam keadaan
tidak membusuk.. amazingggg, ntar kalo sob sekalian dah mo tutup usia jangan
lupa wasiatnya ntar dibalsam pake propolis ajee, biar awet..
Propolis mengandung lebih dari 300
unsur, diantaranya: flavanoids, chalcones, dehydrocalcones,
asam alipatik dan ester lainnya, asam alipatik rantai panjang, minyak volatil
rantai pendek, asam aromatik dan ester lainnya, asam benzoik dan turunannya,
aldehida, senyawa alkohol, asam sinamat dan turunannya, ketine, phenol, sama
amino, vitamin, mineral.
Apa saja sih gunanya
Ada beberapa penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa ahli mengenai
propolis,, diantaranya,,
-
Dr
dr Eko Budi Koendhori Mkes
Dr dr Eko Budi Koendhori
Mkes, dari Departemen Mikrobiologi
Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, : lem lebah itu membantu menekan
kerusakan jaringan paru pada mencit yang diinfeksi Mycobacterium tuberculosis –
bakteri penyebab penyakit tuberculosis (TBC).
Beliau melakukan percobaan dari
100 mencit yang diinfeksi M. tuberculosis, tikus yang diberi kombinasi
Isoniasid – obat antituberculosis – 25 mg/kg bobot badan dan propolis
menunjukkan peningkatan kadar interferon γ
(Interferon γ berperan
mengaktifkan sel makrofag yang membunuh bakteri TBC). Mencit yang diberi
Isoniasid saja mengalami peningkatan kerusakan paru dari minggu ke-5 hingga
ke-12. Sedangkan kondisi paru mencit
yang diberi Isoniasid dan propolis dosis 800 mg pada minggu ke-12 sama seperti
pada minggu ke-5, jadi tingkat kerusakan bisa ditekan. Menurut beliau ‘Propolis
sangat bagus untuk meningkatkan sistem imun. Selain itu saya duga memiliki
kemampuan antikanker,’..
-
RISET UGM
Laboratorium Pengujian dan
Penelitian Terpadu (LPT) UGM melakukan riset sbb, produk propolis yang diteliti
dapat menghambat sel kanker HeLa (sel kanker serviks), Siha (sel kanker
uterus), serta T47D dan MCF7 (sel kanker payudara) dengan nilai IC50 berkisar
20 – 41 µg/ml. Artinya, propolis dosis 20 – 41 µg/ml dapat menghambat aktivitas
50% sel kanker dalam kultur.
-
dr Woro Pratiwi, M.Kes SpPD
Menurut dr. Woro Pratiwi,
M.Kes,Sp.PD, dari Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM).
Propolis yang diberikan selama 1 bulan memiliki efek antikanker dalam organisme
hidup. Itu ditunjukkan dengan menurunnya jumlah nodul atau tonjolan tumor dan
menurunnya aktivitas proliferasi – penggandaan – sel tumor kelenjar payudara
pada mencit. Namun, efeknya masih lebih rendah dibanding pada mencit yang
diberi obat kanker standar, doksorubisin.
-
Dr. Jessie Pamudji
Dr. Jessie Pamudji dari Sekolah Farmasi, Institut Teknologi
Bandung membuktikan efek antibakteri propolis terhadap S. aureus dan
Propionibacterium acnes – biang jerawat. ‘Itu karena propolis mengandung
senyawa yang bersifat antimikroba yaitu flavon pinocembrin, flavonol galangin,
dan asam kafeat,’ ujar Jessie.
-
Dra Mulyati Sarto, MSi
Dra. Mulyati Sarto, M.Si dari LPT UGM, menemukan bahwa
toksisitas propolis sangat rendah. ‘Mencit yang diberi propolis tiap hari
selama 1 bulan dengan dosis normal, fungsi dan kondisi organ tubuhnya tetap
bagus, tidak bermasalah,’ ujarnya.
Masih banyak lagi penelitian-penelitian
dari para ahli baik dari dalam maupun luar negeri kita, dan ada banyak
literature serta kesaksian yang menyebutkan betapa propolis mempunyai banyak
khasiat… dari semua hasil riet tersebut
bisa ditarik kesimpulan bahwa :
O
|
Propolis
mengandung lebih dari 180 phytochemicals, antara lain: flavonids, berbagai
turunan asam orbanic, phytosterols, dan terpenoids yang terbukti memiliki
berbagai sifat, yakni anti-inflamatory, antimicrobial, antihistimanine,
antimutagenic, dan anti allergenic.
|
O
|
Propolis
mengandung Flavonids yang bersifat sebagai antioxidant (mencegah infeksi)
|
O
|
Propolis
memiliki sifat tissue strengthening dan regenerative effect dari quercetin,
kaemferol, epigenin, dan luteolin yang mampu membantu menumbuhkan jaringan
|
O
|
Di
dalam propolis terdapat aktifitas antibiotic dari phytochemicals yang antara
lain disebabkan oleh berbagai turunan asam organic, seperti cinnamic,
ferrulic, benzoic, caffeic, coumaric, terpenes, dan turunan-turunan
berikutnya seperti limonene, p-cymene, eugenol, galangin, dan quercetin
|
O
|
Propolis
juga memiliki sifat antifungal yang dihasilkan oleh phytochemicals, seperti
flavonoids pinocembrin, quercetin, sakauranetin, dan lain sebagainya
|
O
|
Propolis
juga memiliki sifat antivius yang berasal dari turunan-turunan asam organic,
seperti Caffeic Acid Phenethyl Ester (CAPE)
|
O
|
Propolis
bermanfaat positip : mengaktifkan makrofage, menghambat pertumbuhan sel tumor
pada usus besar, efek pembekuan darah, alergy, anti mikro organisme yang
tahan terhadap asam, anti alergi, anti bakteri (typus, diare dsb bahkan
bakteri penyebab bau badan/cuman tidak digunakan sbg deo, karena harga parfum
banyak yg lebih murah), anti, anti biotik, anti jamur (PKK/Panu Kadas Kurap
dan teman2nya) , anti depresi, anti pendarahan, anti herves, anti infeksi,
disinfectan, anti pembengkakan, anti radang, anti kanker, anti tumor, anti
kista, anti leukimia, anti TBC, anti oksidan , anti kejang, anti stress, anti
septik, anti virus (aneka flu dsb), menurunkan efek buruk akibat alkohol dan
rokok, menurunkan tekanan darah, rematik, pengapuran, asam urat, menurunkan kolesterol
darah, menghaluskan kulit, anti glaucoma, diabetes, menurunkan resiko
pecahnya pembuluh darah, menurunkan efek negatif penyinaran kanker, anti
radiasi matahari, meningkatkan biosintesa protein
|
O
|
Udah
kayak toko obat ajaaaa, terserah sob mo pecaya atau tidak, ini kan hasil
survey dan surfing yang saya bagikan kpd sob sekalian
|
Ada efek samping
gaa??
Kata bapak saya yang rutin konsumsi
propolis siihh biasanya mulut dan
tenggorokan terasa kering setelah propolis, di awal penggunaan katanya sempat
perut terasa ga enak, tapi kata produsen itu wajar sebagai reaksi tubuh dalam
membuang penyakit,, tau deehhh, kalo saya ga pernah ngerasa ada yang aneh
walaupun tiap hari makai propolis..
Propolis BRAZIL
Di awal tulisan kita udah menyinggung
perasaan propolis Brazil, jadi ga etis kalo kita ga nampilin ybs juga di
postingan ini… ce ki dot lagi soobbb..
Sebagian besar penelitian ini dilakukan di
Jepang. Ilmuwan mereka mempertimbangkan bahwa Green Brazil Propolis merupakan yang terbaik di dunia karena kadar
tinggi dari Flavonoid dan Artepillin C. Perbedaan Propolis Hijau
Brasil dengan propolis jenis
lain terutama disebabkan oleh iklim, flora Brasil yang luar biasa dan lebah
madu yang merupakan hasil kawin silang dengan lebah Afrika. Hal ini juga
satu-satunya di dunia tempat tumbuhan Alecrim
do Campo tumbuh secara melimpah. Beberapa peneliti Jepang merasa bahwa Propolis Hijau Brasil adalah obat alami
yang paling efisien yang pernah ditemukan.
Para
ilmuwan menemukan Brazil Propolis memiliki kualitas terbaik di
dunia karena:
+
|
Kandungan
Flavonoid dan asam fenol Artepilin C yang sangat tinggi, kedua
zat ini merupakan obat alami untuk melawan infeksi virus yang paling efisien
yang pernah ditemukan.
|
+
|
Flavonoid
adalah
antikosidan yang sangat kuat, bebas dari radikal bebas dan mampu memperkuat
sistem kekebalan tubuh manusia pada tingkat sel dan membantu regenerasi sel.
|
+
|
Lebah
Brazil memperoleh sumber bahan makanan dari tumbuhan tertentu yaitu Baccharis
dracunculifolia (Alecrim do Campo atau Damar) yang hanya terdapat di
Brazil sehingga menghasilkan Brazil Propolis berkualitas tinggi
|
+
|
Sebelum
mengunjungi bunga tumbuhan lain, lebah Brazil ini lebih dulu mengunjungi
bunga Pohon Damar
|
Kandungan
Brazil Propolis :
<>
|
Bioflavanoid atau disebut juga
Vitamin P (kaya akan antibiotik, antioksidan dan antimycotik)
Menurut penelitian, kandungan Bioflavanoid pada satu tetes propolis setara dengan bioflavanoid yang dihasilkan dari 500 buah jeruk |
<>
|
Artepilin
C
yaitu antioksidan yang menghambat pertumbuhan kanker
|
<>
|
Semia
jenis vitamin
(Vitamin A, B2, B6, E, C, D, H, P, asam folat, asam nikotinat) kecuali
Vitamin K.
|
<>
|
Mineral-mineral yang dibutuhkan
oleh tubuh (kecuali sulfur) seperti besi, tembaga, seng, mangan, aluminium,
unsur kima, vanadium, strotium, silicon dan zat kapur
|
<>
|
16
rantai Asam Amino essensial untuk regenerasi sel
|
<>
|
Lebih
dari 180 Phytochemicals yaitu senyawa yang ada di tanaman besar dengan usia di
atas 100 tahun. Biasanya terdapat di bagian pelepah. Mengandung jenis
antioksidan yang tidak ada di tanaman yang biasa kita makan.
|
Nah sob, udah pada ngangguk-ngangguk
kannn… ngerti apa ngantukk???
Mudah2an aja tulisan ini bermanfaat
yaaa..
Untuk sob yang pengen nyari produk2
propolis ada banyak koq dijual dipasaran, sebut aja salah satunya di toko ini..


